Sabtu malam lalu (14/3), suasana di beberapa titik Jakarta Barat sempat riuh. Bukan oleh lalu lintas biasa, melainkan oleh suara knalpot dan dentuman petasan dari sekelompok remaja yang berkonvoi. Aksi mereka tak berlangsung lama. Polisi yang sedang menjalankan kegiatan "strong point" di sejumlah lokasi strategis segera bergerak mengamankan situasi.
Menurut sejumlah saksi, kerumunan itu terlihat di sekitar lampu lalu lintas Cengkareng dan juga di kawasan Kebon Jeruk. Motor-motor yang dikendarai para remaja itu tak hanya memadati jalan, tapi juga membawa atribut bendera serta petasan yang siap dinyalakan.
AKBP Tri Bayu Nugroho, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat, membenarkan kejadian itu. Dalam keterangannya pada Minggu (15/3/2026), ia menyebut timnya berhasil mencegah aksi tersebut.
"Anggota kami yang sedang bertugas di Pos Pam TL Cengkareng dan Pos Pam TL Relasi Kebon Jeruk mendapati adanya konvoi remaja dengan sepeda motor. Dari kegiatan tersebut kami juga mengamankan sejumlah petasan serta atribut bendera,"
jelas Nugroho.
Rupanya, pengamanan ini bukan tanpa alasan. Operasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Metro Jakarta Barat, khususnya dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026 dan menyambut bulan Ramadan. Tujuannya jelas: mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa meresahkan warga.
Nugroho pun mengimbau dengan tegas.
"Kepada para remaja dan pelajar agar tidak melakukan konvoi kendaraan maupun menyalakan petasan di jalan raya. Karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain serta mengganggu ketertiban umum,"
Katanya lagi.
Dengan penindakan ini, polisi berharap situasi di Jakarta Barat tetap kondusif. Masyarakat, terutama yang sedang menjalankan ibadah Ramadan, diharapkan bisa beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman tanpa gangguan serupa.
Artikel Terkait
Serangan di Belgorod Target Minibus Penumpang, Tiga Tewas dan Delapan Luka-Luka
Jakarta Barat Kubur 234 Kilogram Ikan Sapu-sapu, Petugas Kesulitan Basmi Telur di Lubang Turap
Polisi Tetapkan Pengasuh Daycare Baby Preneur Banda Aceh sebagai Tersangka Penganiayaan Balita
Serangan Udara Israel Tewaskan Empat Warga Sipil di Gaza, Langgar Gencatan Senjata