Jenazah Turis Spanyol di Lombok Dipindahkan Enam Kali dengan Motor

- Rabu, 28 Januari 2026 | 15:30 WIB
Jenazah Turis Spanyol di Lombok Dipindahkan Enam Kali dengan Motor

Kasus pembunuhan warga Spanyol, Maria Matilda Muñoz Cazorl (73), di Lombok pada awal Juli 2025 lalu, terus mengungkap fakta-fakta mengerikan. Di persidangan Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (28/1), salah satu terdakwa, Heri alias GE, mengisahkan betapa jenazah korban sempat berpindah-pindah tempat selama hampir sebulan. Awalnya, mereka sembunyikan di ruang genset hotel.

"Kondisinya masih 'ngorok' waktu dipindahkan ke ruang genset," ujar Heri di hadapan majelis hakim, mengacu pada kondisi korban yang masih sekarat.

Jaraknya tak jauh, cuma sekitar sepuluh meter dari kamar korban. Mereka berdua Heri dan Suhaeli (SU), pegawai hotel mengeluarkan Maria Matilda lewat jendela samping.

Setelah empat hari di ruang genset, jenazah itu dipindahkan lagi. Kali ini ke belakang kamar nomor 136. Tempatnya terbuka, dan jenazah hanya dibungkus selimut. "Di belakang kamar 136 itu hampir satu bulan," aku Heri. Di lokasi inilah jenazah itu terbengkalai cukup lama.

Rupanya, itu bukan akhir dari perjalanan jenazah malang itu. Heri mengaku mereka memindahkannya hingga enam kali. Ketika ada kabar polisi akan memeriksa TKP karena Maria Matilda dilaporkan hilang, mereka panik. Jenazah segera dipindah ke sebuah kamar kosong di lantai dua.

"Cuma sehari di kamar kosong itu, karena dengar kabar ada polisi datang," katanya.

Lalu, jenazah dibawa ke bukit belakang hotel. Bahkan di bukit itu, posisinya masih dipindahkan dua kali. Mereka seolah tak punya tempat aman untuk menyembunyikan bukti kejahatannya.


Halaman:

Komentar