Jenazah Turis Spanyol di Lombok Dipindahkan Enam Kali dengan Motor

- Rabu, 28 Januari 2026 | 15:30 WIB
Jenazah Turis Spanyol di Lombok Dipindahkan Enam Kali dengan Motor

Tempat terakhir adalah pesisir pantai. Untuk mengangkut jenazah, mereka meminjam sepeda motor. Heri duduk di depan, sementara Suhaeli membonceng di belakang. Jenazah yang dibungkus sarung diletakkan di antara mereka, di bagian depan motor.

"Dari bukit bawanya, waktu itu saya jadi depan, boncengan sama Suhaeli. Jenazah kami masukkan dalam sarung, simpan di depan," jelas Heri.

Semua ini berawal dari niat mencuri yang berujung petaka. Heri mengaku ingin membayar utang. Saat korban terbangun, Suhaeli langsung membekap wajah dan kepala Maria Matilda dengan handuk dari belakang. Lehernya dipiting. Melihat korban hendak berteriak, Heri spontan menindih tubuhnya.

Karena korban masih meronta, Heri menarik tubuh wanita tua itu hingga jatuh dari kasur ke lantai. Kepalanya terbentur keras, menyebabkan pendarahan yang merenggut nyawanya.

"Saya gelisah tiap malam, kebangun, ndak tenang. Kebayang terus, saya menyesal," tutur Heri dengan penuh penyesalan di sidang. Suhaeli juga menyampaikan penyesalan serupa.

Di akhir pemeriksaan, Ketua Majelis Hakim Kelik Trimargo menetapkan sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 4 Februari 2026. Agenda berikutnya adalah mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut umum.


Halaman:

Komentar