250 Personel Gabungan Polri Diterjunkan Bangun 26 Jembatan di Riau

- Rabu, 28 Januari 2026 | 09:40 WIB
250 Personel Gabungan Polri Diterjunkan Bangun 26 Jembatan di Riau

Di halaman Mapolda Riau, suasana pagi itu tampak berbeda. Sebanyak 250 personel gabungan dari Polda hingga polres jajaran berbaris rapi. Mereka bersiap untuk sebuah misi khusus: mengeksekusi pembangunan 26 jembatan di seantero Bumi Lancang Kuning. Satgas Jembatan Merah Putih Presisi ini dilepas langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Acara pelepasan di Pekanbaru, Rabu (28/1/2026) itu, juga dihadiri Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi dan seluruh pejabat utama. Sorot mata para personel terlihat penuh tekad.

Dalam sambutannya, Kapolda Herry Heryawan menegaskan, kehadiran program ini adalah bentuk komitmen nyata Polri. Bukan sekadar tugas rutin. Ini tentang menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau, khususnya di pelosok.

"Ini adalah bentuk komitmen Polri, Polda Riau, kita harus benar-benar ada di tengah-tengah masyarakat,"

Ucap Herry dengan nada tegas. Langkah ini, menurutnya, merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Intinya, mempercepat pemerataan.

Dari total 250 personel Satgas Darurat Jembatan, 170 berasal dari Polda Riau dan 80 lagi dari polres jajaran. Mereka akan disebar ke 26 titik berbeda di provinsi itu. Targetnya jelas: membangun jembatan baru sekaligus merenovasi yang sudah ada.

Keadilan Akses bagi Masyarakat Desa

Irjen Herry berpanjang lebar soal ini. Menurutnya, masyarakat desa terpencil berhak merasakan kemudahan mobilitas yang setara dengan warga kota. Kehadiran Polri lewat pembangunan infrastruktur ini, katanya, adalah wujud komitmen yang humanis dan solutif. Bukan cuma menjaga keamanan.

"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ. Saudara-saudara kita di daerah berhak memiliki dan merasakan akses yang mudah, sama seperti di tempat lain,"

tegasnya lagi.

Program yang bertajuk 'Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan' ini diharapkan bisa jadi penghubung yang vital. Bukan cuma soal fisik jembatan, tapi dampaknya.

"Kita harap ini bisa menjadi akses konektivitas antardesa," jelas Herry. "Untuk pendidikan, kesehatan, petani yang mau ke kebun, atau anak-anak yang berangkat sekolah. Semua harus terhubung dengan baik. Dan yang paling penting, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat."

Narasi yang dibangun jelas: ini lebih dari sekadar proyek fisik. Ini tentang membangun harapan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar