"Ini simulasi kami," jelasnya lebih rinci. "Jadi untuk santunan ahli waris, kemudian untuk isian hunian tetap dan hunian sementara, untuk penguatan ekonomi bagi korban bencana, dan bantuan jaminan hidup atau pemberian lauk pauk."
Perkiraan fantastis itu, kata Gus Ipul, bersumber dari data sementara yang diberikan oleh BNPB. Namun begitu, angka akhirnya bisa saja berubah. Nantinya, penyaluran dana akan mengikuti usulan resmi dari daerah masing-masing.
"Data sementara yang kami terima dari BNPB," tegasnya, "kemudian nanti tentu pada akhirnya berdasarkan usulan dari Kabupaten/Kota yang disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri baru kami salurkan."
Jadi, meski simulasi anggaran sudah ada, prosesnya masih panjang. Semuanya bergantung pada verifikasi dan proposal dari lapangan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Perairan Sangihe Dini Hari
Kotak Hitam ATR 42-500 Berhasil Dibuka, Rekaman 2 Jam di Kokpit Terungkap
Gerindra Tuding Birokrasi Lamban Jadi Biang Kerok Krisis Air di Padang
Drama Kelarga di Mataram: Anak Tewaskan Ibu Gara-Gara Tak Diberi Uang