Yang menarik, gelombang protes akhir tahun lalu sampai awal tahun ini ternyata menjalar ke daerah-daerah yang selama ini dianggap sebagai basis pendukung kuat Ayatollah Ali Khamenei. Inilah yang konon membuat sejumlah elemen dalam pemerintah Iran benar-benar terkejut.
Memang, aksi unjuk rasa itu sekarang sudah banyak mereda. Tapi bukan berarti masalah selesai. Pemerintah Iran masih terperangkap dalam situasi sulit. Laporan intelijen AS berulang kali menekankan, selain gejolak sosial, ekonomi Iran pun dalam kondisi yang sangat payah.
Di sisi lain, situasi ini rupanya mempengaruhi pertimbangan Trump. Awal bulan ini, dia nyaris memerintahkan serangan ke target-target rezim Iran, sebagai respons atas pembunuhan ribuan demonstran di sana. Tapi, keputusan itu akhirnya ditundanya.
Meski begitu, aset-aset militer AS sudah dikerahkan ke kawasan itu. Laporan NYT ini sendiri muncul persis saat Trump sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya: apakah akan menggunakan kekuatan militer atau tidak.
Artikel Terkait
Anggaran Pasca Bencana Dikritik, Komisi V Desak PU Bentuk Direktorat Khusus
MA Usulkan Penambahan Hakim Agung, Usia Pensiun 70 Tahun Jadi Opsi
Dua Pemuda Diamankan di Apartemen Thamrin, Vape Sintetis Jadi Modus Baru
Sespimti Polri Bantu Korban Longsor Cisarua dengan Bahan Pokok dan Perlengkapan Tidur