"Syarat ponpesnya yang sudah terdaftar EMIS-nya di Kemenag," tegas Mulyadi.
Soal berapa tepatnya pesantren yang akan menerima, Mulyadi belum bisa merinci. Namun, targetnya cukup ambisius. Dapur ekosistem ini ditargetkan mampu menyediakan makanan untuk sekitar enam ribu santri.
"Untuk salafiyah mau 6 ribu juga bisa," katanya mantap.
Di sisi lain, skema ini juga punya dampak ekonomi yang menarik. Bahan baku untuk pengolahan makanan di SPPG sepenuhnya diambil dari petani lokal. Tujuannya jelas: memberdayakan mereka.
"Jadi semua petani yang kita biayai, kita bantu pupuknya, bibitnya dia akan menjual ke sini ke dapur kita," pungkas Mulyadi, menggambarkan siklus yang diharapkan saling menguntungkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka Ruas Tol Baru Gratis untuk Lancarkan Arus Mudik Lebaran
PKB Tegaskan Tak Intervensi Kasus OTT Bupati Cilacap
BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Petir di Sejumlah Kota Jelang Mudik Lebaran 2026
Kemendikdasmen dan Kemenpora Sepakat Perkuat Olahraga dan Karakter Pelajar