"Syarat ponpesnya yang sudah terdaftar EMIS-nya di Kemenag," tegas Mulyadi.
Soal berapa tepatnya pesantren yang akan menerima, Mulyadi belum bisa merinci. Namun, targetnya cukup ambisius. Dapur ekosistem ini ditargetkan mampu menyediakan makanan untuk sekitar enam ribu santri.
"Untuk salafiyah mau 6 ribu juga bisa," katanya mantap.
Di sisi lain, skema ini juga punya dampak ekonomi yang menarik. Bahan baku untuk pengolahan makanan di SPPG sepenuhnya diambil dari petani lokal. Tujuannya jelas: memberdayakan mereka.
"Jadi semua petani yang kita biayai, kita bantu pupuknya, bibitnya dia akan menjual ke sini ke dapur kita," pungkas Mulyadi, menggambarkan siklus yang diharapkan saling menguntungkan.
Artikel Terkait
Dua Pemuda Diamankan di Apartemen Thamrin, Vape Sintetis Jadi Modus Baru
Sespimti Polri Bantu Korban Longsor Cisarua dengan Bahan Pokok dan Perlengkapan Tidur
Kapolres Depok Sambangi Penjual Es Kue Viral, Serahkan Motor dan Modal Usaha
Gus Ipul Minta Daerah Awasi Ketat Penyaluran Bansos