Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh warga yang menjadi korban banjir berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Layanan ini bisa diakses di seluruh Puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas yang tersedia cukup banyak dan siap menangani.
"Untuk yang terdampak banjir kalau di Jakarta semuanya gratis," tegas Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa lalu.
"Karena semuanya bisa di ini di puskesmas yang ada di Jakarta 44, Kemudian pembantu puskesmas 292 dan rumah sakit juga 31 semuanya kalau ada korban terdampak banjir maka kami gratiskan," lanjutnya.
Di sisi lain, meski belum ada laporan kasus, Pemprov DKI menyatakan siaga terhadap ancaman penyakit leptospirosis atau kencing tikus. Penyakit yang sering muncul pasca banjir ini menjadi perhatian serius.
"Kencing tikus dan itu ternyata di Jakarta belum ada. Toh kalau ada, kami pasti akan secara preventif melakukan pencegahan terhadap itu dan siap untuk itu, kalau ada," ungkapnya lagi.
Tak hanya soal penanganan kesehatan, Pramono juga menyoroti upaya teknis penanggulangan banjir. Salah satunya adalah pekerjaan normalisasi Sungai Cakung Lama di Kelapa Gading. Harapannya, dengan normalisasi ini, risiko banjir di wilayah sekitarnya bisa ditekan. Upaya ini bagian dari langkah jangka panjang, meski banjir tetap perlu diwaspadai setiap musim hujan tiba.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi