Menurut investigasi awal, ada dua orang yang dicurigai. Mereka terekam kamera pengintai atau kamera trap, persis beberapa hari setelah video macan tutul pincang itu beredar. Yang membuatnya semakin mencurigakan, kedua orang itu terlihat membawa senjata api dan juga golok.
"Lokasi kejadiannya bisa diakses dari Kampung Tipar dan Kampung Cintalaksana," tambah Ammy, merinci titik temuan.
Namun begitu, kabar baiknya adalah proses identifikasi pelaku berjalan cukup lancar. Teknologi pengenalan wajah atau face recognition digunakan untuk memastikan siapa mereka.
"Identitas kedua pelaku sudah kami kantongi," tegas Ammy.
Ia juga menjelaskan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Polres Karawang. Laporan itu merupakan hasil koordinasi dari beberapa pihak, yaitu SCF, Perum Perhutani, TNI AD, dan tentu saja BBKSDA Jawa Barat sendiri. Semuanya berharap kasus ini segera diproses secara hukum.
Artikel Terkait
Inflasi Pasca-Bencana di Tiga Provinsi Sumatera Mulai Terkendali
KPK Periksa Mantan Anggota DPRD Bekasi Terkait Kasus Ijon Rp 9,5 Miliar
Kakek 70 Tahun Terseret Arus Usai Rakit Batang Pisang Lepas di Sungai Ciujung
Rocky Gerung Buka Suara Soal Metode Penelitian Ijazah Jokowi