Heboh. Itulah satu kata yang menggambarkan suasana di Sungai Kupang, Pekalongan, Jumat siang lalu. Sebuah video yang merekam sebuah rumah bergerak tiba-tiba membanjiri media sosial. Dalam rekaman itu, rumah berwarna cokelat itu terlihat bergeser, perlahan tapi jelas, ke arah atas. Sorak-sorai panik warga yang berkerumun terdengar jelas.
Beberapa orang bahkan langsung menggendong anak-anak mereka, berusaha menjauh mencari titik yang lebih aman. Suasana mencekam itu tertangkap kamera dan dalam sekejap menjadi perbincangan hangat.
Pemilik rumah, Yasin (53), masih terlihat syok ketika menceritakan kejadian itu. Baginya, siang itu benar-benar di luar dugaan.
"Suasana panik, saya langsung ajak istri dan anak-anak untuk segera keluar dari rumah, bawa surat-surat penting. Barang-barang lain ga terpikir, karena rumah juga amblas," kenang Yasin.
Menurut penuturannya, semua berawal dari pergerakan tanah di sekitar rumahnya. Pohon bawang setinggi delapan meter dan sebatang pohon petai yang berdiri kokoh di pekarangan, tiba-tiba saja bergeser. Mereka seperti ditarik oleh suatu kekuatan tak terlihat ke arah sungai.
"Itu yang kemudian viral. Pohon apa kalau sini namanya pohon bawang ya yang mangga tapi yang besar itu kan tadinya di sini, tiba-tiba bergeser sama pohon petai itu, sejauh hampir 10 meter, terus terjatuh ke sungai," ujarnya menjelaskan.
Dia menambahkan, teriakan histeris warga yang menyaksikan pohon-pohon besar itu ambruk ke sungai ikut memperkuat kesan dramatis dalam video yang viral tersebut. "Pohon-pohon sama tanah yang di sebelah rumah, langsung bergeser ke arah bawah dan hanyut, runtuh ke bawah," tambah Yasin.
Kini, keadaan rumahnya memprihatinkan. Akibat pergerakan tanah, bangunan itu mengalami penurunan sekitar 10 sentimeter. Dampaknya langsung terlihat: dinding retak, lantai pecah berantakan.
"Turun sekitar 10 cm di ruang tamu. Bisa dilihat, dinding juga retak. Ini sudah tidak bisa ditempati. Apalagi hujan terus terjadi. Pintu rumah saja, awalnya tidak bisa dibuka karena penurunan ini. Terpaksa dibongkar untuk evakuasi barang-barang," jelasnya dengan nada pasrah.
Rumah yang ditinggali bertahun-tahun itu kini kosong. Yasin dan keluarganya terpaksa mengungsi, meninggalkan kenangan dan ketakutan akan tanah yang mungkin belum sepenuhnya stabil. Peristiwa singkat yang terekam dalam video beberapa menit itu, telah mengubah segalanya bagi mereka.
Artikel Terkait
Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Mandek Akibat Efisiensi Anggaran
Arsenal Kunci Puncak Klasemen Usai Taklukkan Newcastle 1-0
NasDem Gelar Laboratorium Perubahan untuk Perkuat Kapasitas Kader Jelang Pemilu 2029
Bank Jakarta Gelar Donor Darah di HUT ke-65, Wujud Kepedulian Sosial Perusahaan