Hujan deras yang mengguyur Bogor selama berhari-hari akhirnya memicu bencana. Tebing di Kampung Gadog, Megamendung, ambrol pada Jumat malam lalu, sekitar pukul 23.30 WIB. Material tanah dan puing bangunan dari tebing di depan rumah warga itu lantas menutupi separuh badan Jalan Cikopo Selatan sebuah jalur alternatif vital menuju kawasan Puncak.
Begitu laporan dari pengurus RT dan RW setempat masuk, personel Polres Bogor langsung bergerak. Mereka tak bekerja sendirian. Instansi terkait dan warga sekitar pun turun tangan, berjibaku menyingkirkan material longsor yang cukup berat itu. Tujuannya jelas: mencegah korban jiwa dan segera membuka akses jalan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengonfirmasi upaya gabungan ini.
"Kami jajaran Polres Bogor dari Polsek Megamendung, Kapolsek Cisarua, dibantu perkuatan Satlantas dan Satsamapta, serta instansi terkait dan warga langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan pertama," kata Wikha, Sabtu (24/1).
Ia menekankan bahwa sinergi antar pihak adalah kunci utama.
"Sinergi antara personel Polri, stakeholder, dan warga adalah kunci agar proses evakuasi berjalan lancar sehingga jalur alternatif Puncak ini bisa segera dilalui kembali secara normal," sambungnya.
Artikel Terkait
Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia 16 Jam, Sita Dokumen Kontainer
Banjir Jakarta Surut, 59 RT Masih Terendam Air hingga 2 Meter
Bamsoet Usulkan Empat Jalan Konstitusional untuk Haluan Negara
Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci