Longsor di Jalur Puncak, Akses Alternatif Tertutup Material Tebing

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10 WIB
Longsor di Jalur Puncak, Akses Alternatif Tertutup Material Tebing

Hujan deras yang mengguyur Bogor selama berhari-hari akhirnya memicu bencana. Tebing di Kampung Gadog, Megamendung, ambrol pada Jumat malam lalu, sekitar pukul 23.30 WIB. Material tanah dan puing bangunan dari tebing di depan rumah warga itu lantas menutupi separuh badan Jalan Cikopo Selatan sebuah jalur alternatif vital menuju kawasan Puncak.

Begitu laporan dari pengurus RT dan RW setempat masuk, personel Polres Bogor langsung bergerak. Mereka tak bekerja sendirian. Instansi terkait dan warga sekitar pun turun tangan, berjibaku menyingkirkan material longsor yang cukup berat itu. Tujuannya jelas: mencegah korban jiwa dan segera membuka akses jalan.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengonfirmasi upaya gabungan ini.

"Kami jajaran Polres Bogor dari Polsek Megamendung, Kapolsek Cisarua, dibantu perkuatan Satlantas dan Satsamapta, serta instansi terkait dan warga langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan pertama," kata Wikha, Sabtu (24/1).

Ia menekankan bahwa sinergi antar pihak adalah kunci utama.

"Sinergi antara personel Polri, stakeholder, dan warga adalah kunci agar proses evakuasi berjalan lancar sehingga jalur alternatif Puncak ini bisa segera dilalui kembali secara normal," sambungnya.

Di lapangan, pekerjaan memang tidak mudah. Longsoran bukan cuma tanah, tapi juga bercampur puing bangunan. Meski begitu, upaya terus dilakukan. Alat berat dikerahkan untuk mengangkut runtuhan. Pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang di sekitar lokasi juga ditebang untuk mengantisipasi bahaya lanjutan.

Kabar baiknya, menurut laporan di tempat, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sayangnya, kerugian materiil tak terhindarkan. Sebuah bangunan mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 80 juta.

Melihat cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan berlanjut, Kapolres Wikha tak lupa memberikan imbauan keras kepada para pengendara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur alternatif yang memiliki tebing curam. Jangan menggunakan kecepatan berlebih, utamakan keselamatan jiwa," pesannya.

"Bencana bisa datang tanpa kita ketahui waktunya, maka dari itu tetaplah berhati-hati, waspada dan selalu berdoa untuk keselamatan bersama," tambah Wikha.

Hingga saat ini, petugas masih bertahan di lokasi. Mereka terus membersihkan sisa material, mengatur arus lalu lintas yang sempat kacau, dan berjaga-jaga dari kemungkinan longsor susulan yang selalu mengintai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar