Longsor di Jalur Puncak, Akses Alternatif Tertutup Material Tebing

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10 WIB
Longsor di Jalur Puncak, Akses Alternatif Tertutup Material Tebing

Di lapangan, pekerjaan memang tidak mudah. Longsoran bukan cuma tanah, tapi juga bercampur puing bangunan. Meski begitu, upaya terus dilakukan. Alat berat dikerahkan untuk mengangkut runtuhan. Pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang di sekitar lokasi juga ditebang untuk mengantisipasi bahaya lanjutan.

Kabar baiknya, menurut laporan di tempat, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sayangnya, kerugian materiil tak terhindarkan. Sebuah bangunan mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 80 juta.

Melihat cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan berlanjut, Kapolres Wikha tak lupa memberikan imbauan keras kepada para pengendara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur alternatif yang memiliki tebing curam. Jangan menggunakan kecepatan berlebih, utamakan keselamatan jiwa," pesannya.

"Bencana bisa datang tanpa kita ketahui waktunya, maka dari itu tetaplah berhati-hati, waspada dan selalu berdoa untuk keselamatan bersama," tambah Wikha.

Hingga saat ini, petugas masih bertahan di lokasi. Mereka terus membersihkan sisa material, mengatur arus lalu lintas yang sempat kacau, dan berjaga-jaga dari kemungkinan longsor susulan yang selalu mengintai.


Halaman:

Komentar