Gerindra Ancam Interpelasi Wali Kota, PDAM Padang Didesak Ganti Direksi

- Jumat, 23 Januari 2026 | 17:30 WIB
Gerindra Ancam Interpelasi Wali Kota, PDAM Padang Didesak Ganti Direksi

Krisis air bersih di Padang ternyata belum juga reda. Sudah berbulan-bulan sejak banjir bandang melanda akhir November lalu, tapi keran-keran di banyak rumah warga masih tetap kering. Situasi yang seharusnya sudah bisa ditangani ini, malah berlarut-larut dan memicu reaksi keras dari politisi di Senayan kota.

Fraksi Gerindra di DPRD Kota Padang tak lagi bisa diam. Mereka menilai kinerja PDAM setempat benar-benar gagal memenuhi kebutuhan paling dasar masyarakat. Bahkan, ancaman serius sudah disiapkan: hak interpelasi terhadap Wali Kota Fadly Amran bakal diajukan jika evaluasi total dan pergantian direksi PDAM tak segera dilakukan.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, suaranya tegas. Menurutnya, penderitaan warga sudah melampaui batas toleransi.

"Rakyat sudah kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar. Air tidak mengalir, warga tidak bisa mandi, tidak bisa beraktivitas normal. Ini kegagalan pelayanan publik yang serius," kata Wahyu, Jumat (23/1/2026).

Dia bilang, sikap fraksinya ini sejalan dengan arahan dari pimpinan partai di tingkat provinsi. Andre Rosiade, Ketua DPD Gerindra Sumbar, disebutnya menekankan agar tak ada kompromi untuk layanan publik yang buruk, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Desakan untuk mencopot Direktur Utama PDAM Hendra Pebrizal pun mengemuka.

Di mata Wahyu, kegagalan manajemen PDAM terlihat dari dua hal. Pertama, soal antisipasi dan pemulihan pascabencana. Kedua, yang mungkin lebih menyakitkan, adalah sikap pejabatnya yang dinilai kurang peka. Seolah tak ada rasa urgensi, minim solusi konkret di lapangan.


Halaman:

Komentar