“Dari informasi yang saya peroleh, meninggalnya ketika terjadi kemacetan. Kemacetan itu juga sebagian karena terjadi banjir,” lanjutnya.
Di sisi lain, Pramono menekankan betapa krusialnya penanganan terpadu dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang. Semua dinas terkait, mulai dari Perhubungan, Bina Marga, BPBD, hingga Pendidikan dan Kominfo, telah diperintahkan untuk turun tangan.
“Semua harus bergerak sekarang. Urusan kemacetan ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov juga telah mengizinkan penerapan Work From Home bagi pekerja dan School From Home bagi pelajar. Tujuannya jelas: mengurangi beban lalu lintas di tengah banjir dan hujan yang tak kunjung reda.
“Kebijakan ini diambil supaya tidak terjadi kemacetan parah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar,” pungkasnya.
Artikel Terkait
FORMAS Buka Kantor di Beijing untuk Perkuat Jembatan Investasi Indonesia-China
Kapolsek Cileungsi Sikat Otak Perampok Lansia dengan Menyamar Jadi Petugas PLN
Muhammadiyah Imbau Takbir Keliling Ditiadakan di Bali Demi Hormati Nyepi
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Blitar Tengah Malam