“Dari informasi yang saya peroleh, meninggalnya ketika terjadi kemacetan. Kemacetan itu juga sebagian karena terjadi banjir,” lanjutnya.
Di sisi lain, Pramono menekankan betapa krusialnya penanganan terpadu dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang. Semua dinas terkait, mulai dari Perhubungan, Bina Marga, BPBD, hingga Pendidikan dan Kominfo, telah diperintahkan untuk turun tangan.
“Semua harus bergerak sekarang. Urusan kemacetan ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov juga telah mengizinkan penerapan Work From Home bagi pekerja dan School From Home bagi pelajar. Tujuannya jelas: mengurangi beban lalu lintas di tengah banjir dan hujan yang tak kunjung reda.
“Kebijakan ini diambil supaya tidak terjadi kemacetan parah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Waspada Banjir di Jakarta? Semua Info Pentingnya Kini Ada di Genggaman Lewat JAKI
Ciledug Terendam, Warga Komplek Puri Kartika Baru Berjuang di Tengah Arus Seleher Dewasa
Gedung Mewah Rp 28 M, Siswa SMP di Depok Malah Belajar Lesehan
Prabowo Buka Suara di Davos, Paparkan Efisiensi APBN dan Makanan Bergizi Gratis