Di tengah forum ekonomi paling bergengsi di dunia, Presiden Prabowo Subianto justru bercerita tentang dapur dan piring-piring makanan. Bukan sembarang makanan, tapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi andalannya. Dalam pidato kunci di World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis lalu, ia memaparkan capaian program itu dengan angka-angka yang membuat audiens berdecak.
Menurut Prabowo, dalam setahun program ini sudah menjangkau lebih dari 50 juta penerima manfaat. Tapi rinciannya yang lebih menarik.
"Saat ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri," ujarnya.
"Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari."
Lalu datanglah perbandingan yang mengejutkan. Dengan nada percaya diri, Prabowo menyebut bahwa dalam waktu sekitar sebulan lagi, skala produksi harian MBG akan mengalahkan raksasa makanan cepat saji global.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui 68 juta makanan per hari yang diproduksi McDonald's," katanya.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan dan tawa riuh hadirin. Ia melanjutkan, tahun ini pemerintah punya target yang lebih ambisius: 82,9 juta makanan per hari. Semua anak Indonesia, sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun, bakal merasakan manfaatnya.
Prabowo lalu menggambarkan perjalanan panjang McDonald's untuk mencapai angka produksinya sekarang. "Saya rasa McDonald's memulai dapur pertamanya pada tahun 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan waktu lima dekade lebih," ceritanya.
"Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta pada akhir Desember 2026. Tetapi orang-orang saya mengatakan, 'Tidak, Pak, kami akan mencapai 82,9 juta sebelum Desember'. Jadi, semoga kami dapat mencapai target ini."
Di balik angka-angka besar itu, ada dampak lain yang tak kalah penting. Program MBG ternyata juga jadi penggerak ekonomi akar rumput. Lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi kini terlibat dalam rantai pasokannya. Lapangan kerja yang tercipta di dapur-dapur MBG sudah lebih dari 600.000.
"Pada puncaknya, kita optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung," ucap Prabowo penuh keyakinan. "Dengan para vendor dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan."
Baginya, inilah kunci pertumbuhan. "Kebijakan sosial kita harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan," tegasnya.
Tak cuma soal makanan, Prabowo juga menyentuh program kesehatan. Sekitar 70 juta warga Indonesia kini mendapat pemeriksaan kesehatan gratis setahun sekali. Dan cakupannya akan terus diperluas.
Ia menegaskan bahwa ini bukan program populis belaka. "Ini adalah program rasional untuk menghemat uang," jelasnya.
"Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat lebih banyak biaya pengobatan dalam jangka panjang. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS."
Dari Davos, pesannya jelas: investasi pada manusia bukanlah beban, melainkan fondasi terkuat untuk membangun ekonomi.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Tinjau Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi, 29 Korban Dievakuasi
Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung
KRL Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Gerbong Khusus Wanita Jadi Sasaran
KRL Tertabrak KA Argo Bromo di Bekasi, Penumpang Panik Pecahkan Kaca Gerbong