Kementan Siapkan 5,9 Miliar Benih Tebu untuk Pacu Swasembada Gula 2026

- Selasa, 10 Maret 2026 | 23:35 WIB
Kementan Siapkan 5,9 Miliar Benih Tebu untuk Pacu Swasembada Gula 2026

Target swasembada gula nasional pada 2026 kini makin konkret. Kementerian Pertanian, lewat program penguatan tebu rakyat, sedang menyiapkan langkah besar. Mereka berencana menyalurkan bantuan benih tebu sebanyak 5,9 miliar mata. Angka yang fantastis itu rencananya akan menyentuh lahan seluas hampir 100 ribu hektare, tersebar di 74 kabupaten dan 10 provinsi.

Ini bukan sekadar perluasan area tanam. Menurut sejumlah pihak di Kementan, langkah ini adalah upaya strategis untuk mengokohkan fondasi perkebunan tebu rakyat. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas agar kebutuhan gula dalam negeri bisa dipenuhi sendiri, dan untuk jangka panjang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri menegaskan bahwa tebu adalah prioritas. "Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran," katanya.

Amran menambahkan, "Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan."

Dengan skema itu, pemerintah punya target ambisius. Produksi gula nasional diharapkan bisa melonjak hingga sekitar 3 juta ton pada 2026 nanti. Semua ini bagian dari upaya besar memperkuat kemandirian pangan Indonesia, yang memang sedang digenjot di berbagai sektor.

Sebenarnya, upaya percepatan ini sudah dirintis sejak tahun lalu. Sepanjang 2025, Ditjen Perkebunan Kementan tercatat sudah menyalurkan bantuan benih hampir 2 miliar mata. Itu setara dengan pengembangan lahan sekitar 32 ribu hektare, dan menjangkau petani di 56 kabupaten pada 7 provinsi.

Abdul Roni Angkat, Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan, menekankan betapa krusialnya peran benih unggul. "Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu," ujarnya.

Menurut Roni, program bantuan ini intinya ingin memastikan petani punya akses ke bahan tanam yang bagus. "Sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat," jelasnya.

Ia juga menyebut, koordinasi dengan pemda, penangkar benih, dan tentu saja para pekebun akan terus diperkuat. Harapannya, penyaluran benih bisa tepat waktu dan tepat sasaran hal yang sering jadi kendala di lapangan.

Di sisi lain, optimisme pemerintah cukup tinggi. Dengan penguatan dari sisi benih dan perluasan areal, produksi gula nasional diproyeksi akan terus naik. Selain untuk memenuhi pasokan dalam negeri, program ini diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan petani tebu. Dan yang tak kalah penting, perlahan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor gula yang selama ini membebani.

Jalan menuju swasembada masih panjang, tapi setidaknya langkah awalnya sudah mulai terlihat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar