Alarm Kebakaran Guncang Forum Davos Saat Trump Masih di Dalam Gedung

- Kamis, 22 Januari 2026 | 17:55 WIB
Alarm Kebakaran Guncang Forum Davos Saat Trump Masih di Dalam Gedung

Suara sirene yang memecah kesibukan malam di Davos, Rabu (21/1) kemarin, sempat menghentikan aktivitas di tengah berlangsungnya Forum Ekonomi Dunia. Alarm kebakaran itu berbunyi di Pusat Kongres, tempat para elite global berkumpul. Yang menarik, insiden ini terjadi saat mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih berada di dalam gedung usai berpidato.

Menurut laporan Anadolu Agency dan Hindustan Times, Kamis (22/1), gedung sempat dikosongkan. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi, meski situasi saat itu tampak lebih seperti latihan darurat ketimbang kepanikan skala penuh. Kejadiannya sendiri berlangsung beberapa jam setelah Trump menyelesaikan pidatonya dan sejumlah pertemuan, termasuk dengan para pemimpin NATO.

Dari pihak berwenang, dinas pemadam kebakaran Davos dengan cepat memberikan konfirmasi. Mereka menyatakan api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Alarm telah sepenuhnya dikendalikan dan api telah sepenuhnya dipadamkan setelah Pusat Kongres dievakuasi sebagai tindakan pencegahan,”

begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Namun begitu, misteri kecil masih tersisa. Sumber atau titik awal apinya sendiri belum diketahui pasti. Juru bicara Kepolisian Kanton Graubunden, dalam keterangan terpisah kepada Keystone-SDA, mengaku hingga Rabu malam lokasi pastinya masih diselidiki.

Laporan dari kantor berita Swiss itu juga menegaskan bahwa Trump memang masih ada di dalam gedung saat alarm berbunyi. Dia sudah menyampaikan pidato utama lebih awal di siang hari.

Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya memberi penjelasan ke CBS News. Menurutnya, prosedur evakuasi sama sekali tidak mengganggu atau berdampak pada mantan presiden tersebut. Segalanya tetap terkendali.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar