Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi pemerintah, Putin mengaku sudah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mengkaji proposal Trump itu secara mendalam.
"Kementerian Luar Negeri kami telah ditugaskan untuk mempelajari dokumen-dokumen yang dikirimkan dan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategis kita," jelasnya.
"Baru setelah itu kita bisa memberikan tanggapan atas undangan ini," tegas Putin, menutup ruang untuk keputusan terburu-buru.
Yang menarik, Putin punya cara sendiri membayar biaya keanggotaan sebesar US$ 1 miliar yang diminta. Menurutnya, Rusia bisa saja menggunakan aset-asetnya yang masih dibekukan di Barat sejak era pemerintahan AS sebelumnya. Sebuah pernyataan yang sarat muatan politik, tentunya.
Artikel Terkait
DPR Gelar RDPU dengan Pakar Hukum untuk Bahas Desain dan Masalah Krusial Pemilu
Korlantas Siapkan Operasi Ketupat 2026 untuk Mudik Aman dan Lancar
Kuota Mudik Gratis Polres Bogor Terisi 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit
Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Hadapi Dampak Global Menuju Indonesia Emas 2045