Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi pemerintah, Putin mengaku sudah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mengkaji proposal Trump itu secara mendalam.
"Kementerian Luar Negeri kami telah ditugaskan untuk mempelajari dokumen-dokumen yang dikirimkan dan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategis kita," jelasnya.
"Baru setelah itu kita bisa memberikan tanggapan atas undangan ini," tegas Putin, menutup ruang untuk keputusan terburu-buru.
Yang menarik, Putin punya cara sendiri membayar biaya keanggotaan sebesar US$ 1 miliar yang diminta. Menurutnya, Rusia bisa saja menggunakan aset-asetnya yang masih dibekukan di Barat sejak era pemerintahan AS sebelumnya. Sebuah pernyataan yang sarat muatan politik, tentunya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pastikan Pasar Daging Tak Sepi Meski Ada Ancaman Mogok
Gubernur Pramono Anung Ingatkan Bank Jakarta: IPO Bukan Cuma Soal Angka
Sopir Angkot Bogor Berdemo, Tolak Rencana Penghapusan Kendaraan Tua
Sukamta Kecam Israel: Penghancuran Markas UNRWA Lukai Nurani Kemanusiaan