Derasnya Hujan, Derasnya Perjuangan: Kisah Para Pekerja yang Bertaruh dengan Banjir

- Rabu, 21 Januari 2026 | 22:35 WIB
Derasnya Hujan, Derasnya Perjuangan: Kisah Para Pekerja yang Bertaruh dengan Banjir

“Saya kan dari rumah ke stasiunnya jauh ya, saya pakai motor. Cuma kalau kondisi banjir ya kadang-kadang ada perlintasan yang ada genangan air yang nggak bisa dilalui motor itu pernah,” tutur Saikin.

Ia pun tak punya pilihan lain.

“(Motor) Dituntun, didorong cari bengkel terdekat. Ya mau nggak mau ya itu,” tambahnya dengan senyum kecut.

Meski harus menerjang hujan hampir tiap hari tanpa opsi kerja dari rumah, semangat Saikin tak surut. Ia menyadari profesinya di pelayanan publik menuntut kehadiran fisik, cuaca apapun. Kuncinya cuma satu: persiapan matang.

“Waduh kalau WFH kayaknya enggak sih, karena saya di pelayanan publik, nggak mungkin WFH. Cuaca apapun ya kita harus tetap berangkat,” tegasnya.

“Jadi ya sudah biasa, yang penting antisipasinya ada. Ya persiapannya paling bawa-bawa jas hujan sama payung,” imbuh dia, menyebut ‘peralatan tempur’ andalannya itu.

Nyaris tiap hari mereka berdua, dan ribuan pekerja lain, berhadapan dengan situasi yang sama. Hujan dan banjir bukan cuma soal basah-basahan. Ini soal waktu yang terbuang, tenaga yang terkuras, dan usaha ekstra hanya untuk sampai ke tempat kerja. Tapi, seperti terlihat dari cerita mereka, yang tersisa adalah sikap pantang menyerah dan persiapan seadanya untuk menghadapi musim yang tak pernah ramah ini.


Halaman:

Komentar