"Anggaran kami tahun ini meningkat 100% dibanding tahun lalu," jelasnya. Tahun sebelumnya anggarannya sekitar Rp 5 triliun, kini membengkak jadi Rp 10 triliun.
Itu belum termasuk program lain yang nilainya fantastis. Ada KUR Perumahan senilai Rp 130 triliun, lalu program rumah subsidi tapak 350 ribu unit dengan anggaran negara Rp 35,2 triliun. "Jadi betapa besarnya kepercayaan dari negara dan DPR kepada kami yang harus kami jaga," lanjut Ara.
Kenaikan anggaran sebesar itu, diakuinya, jarang dialami kementerian lain. Makanya, ia merasa perlu melibatkan KPK sejak dini. Fungsinya jelas: pencegahan.
"Jadi concern kami juga adalah bagaimana pencegahan korupsi, transparansi, dan benar-benar terserap," imbuhnya. Ara lantas menyebut realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai 96%, sebelum berharap serapan tahun ini bisa lebih baik lagi.
Artikel Terkait
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Ajukan Restorative Justice
KPK Periksa Pejabat Bea Cukai dan Pengusaha Terkait Kasus Suap Impor
TMMD ke-127 Resmi Ditutup, Pangdam Apresiasi Kolaborasi TNI-Pemda-Masyarakat
KPK Periksa Juru Sita PN Depok Terkait Kasus Suap Sengketa Lahan