Nah, soal pengembangan sistem ini, rupanya menarik perhatian pihak luar. Baru-baru ini, markas Korlantas kedatangan tamu istimewa: Kepolisian Hong Kong dan juga Komisi III DPR RI. Kunjungan ini jadi momen berharga untuk bertukar pikiran dan membandingkan sistem.
"Kami bangga Polisi Hong Kong hadir untuk diskusi dan benchmarking ke sini. Komisi III DPR juga turut hadir,"
tutur Agus.
Lalu, bagaimana efektivitas drone ini di lapangan? Meski masih dalam masa uji coba, sistemnya ternyata sudah lumayan canggih. Prosesnya terintegrasi, mulai dari menangkap pelanggaran, konfirmasi, sampai mengirimkan surat tilang ke alamat pelanggar.
"Walau masih uji coba, prosesnya sudah jalan. Dari menangkap pelanggaran, mengonfirmasi, sampai mengirim notifikasi ke pelanggar. Bahkan, sudah ada pelanggar yang mengakui kesalahan dan membayar lewat BRIVA BRI,"
pungkasnya. Sebuah terobosan yang perlahan mulai menunjukkan taringnya.
Artikel Terkait
Golkar MPR Siapkan Obligasi Daerah untuk Atasi Tekanan Anggaran
Pascabencana Sumatera, Sekolah Berjalan dengan Sistem Darurat
Sinergi KP2MI-Polri Perkuat Perlindungan Pahlawan Devisa
Guru SD di Serpong Terancam 12 Tahun Bui, Diduga Cabuli 25 Murid