Nah, soal pengembangan sistem ini, rupanya menarik perhatian pihak luar. Baru-baru ini, markas Korlantas kedatangan tamu istimewa: Kepolisian Hong Kong dan juga Komisi III DPR RI. Kunjungan ini jadi momen berharga untuk bertukar pikiran dan membandingkan sistem.
"Kami bangga Polisi Hong Kong hadir untuk diskusi dan benchmarking ke sini. Komisi III DPR juga turut hadir,"
tutur Agus.
Lalu, bagaimana efektivitas drone ini di lapangan? Meski masih dalam masa uji coba, sistemnya ternyata sudah lumayan canggih. Prosesnya terintegrasi, mulai dari menangkap pelanggaran, konfirmasi, sampai mengirimkan surat tilang ke alamat pelanggar.
"Walau masih uji coba, prosesnya sudah jalan. Dari menangkap pelanggaran, mengonfirmasi, sampai mengirim notifikasi ke pelanggar. Bahkan, sudah ada pelanggar yang mengakui kesalahan dan membayar lewat BRIVA BRI,"
pungkasnya. Sebuah terobosan yang perlahan mulai menunjukkan taringnya.
Artikel Terkait
Polres Bogor Wakafkan 2.000 Al-Quran di Acara Nuzulul Quran
Intelijen AS: Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Iran untuk Targetkan Aset Militer AS
Balinale Perkuat Peran Jembatan Sineas Indonesia di Festival Film Dunia
Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris di Konflik dengan Iran