Banjir Belum Surut, Banten Masih Waspada

- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:00 WIB
Banjir Belum Surut, Banten Masih Waspada

Hujan yang mengguyur sejak beberapa hari lalu masih meninggalkan jejak di Banten. Hingga Rabu (21/1/2026) ini, menurut catatan BPBD setempat, genangan air belum sepenuhnya surut. Beberapa wilayah masih terendam, dan pemerintah daerah diminta untuk terus siaga.

Lutfi Mujahidin, sang Kepala Pelaksana BPBD Banten, membeberkan situasi terkini. Menurutnya, Pandeglang dan Kabupaten Tangerang adalah dua wilayah yang masih berjuang melawan banjir.

"Kondisi banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga karena Sungai Cidurian yang melintasi dua wilayah tersebut masih dalam kondisi meluap," jelas Lutfi kepada para wartawan.

Ia menambahkan, "Sementara itu, kecamatan-kecamatan lain yang sebelumnya terdampak banjir sejak kemarin sudah berangsur surut."

Di Pandeglang, Desa Tekuk Lada di Sobang dan Desa Idaman di Patia masih terendam. Sementara di Kabupaten Tangerang, genangan air masih terlihat di Desa Patrasana dan Pasirampok, Kecamatan Kresek. Tak hanya itu, dua desa di Kecamatan Gunung Kaler Kandawati dan Gunung Kaler sendiri juga belum bebas dari banjir.

Lutfi mengakui situasi saat ini masih rawan, terutama di sepanjang bantaran Sungai Cidurian. Itu sebabnya, ia meminta jajarannya untuk tidak lengah. Pemantauan di wilayah-wilayah rawan harus terus dilakukan.

Untuk hari ini, kewaspadaan memang harus ditingkatkan. Sebagian besar wilayah Banten kembali diguyur hujan sejak semalam. Hujan yang turun terus-menerus dari malam hingga pagi ini membuat tim di lapangan kesulitan memberikan pembaruan data yang real-time.

"Karena hujan kembali turun sejak semalam hingga pagi ini secara terus-menerus, kami belum menerima pembaruan terbaru dari rekan-rekan di lapangan," imbuh Lutfi.

Pesan untuk warga pun jelas: tetap waspada. Cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat membuat ancaman banjir masih mungkin terjadi. Semua pihak diharapkan terus memantau dan bersiap.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar