Luftu Turkkan, anggota parlemen dari partai sayap kanan IYI, tak menyembunyikan kegeramannya.
Memang, Barrack bukan cuma duta besar biasa. Dia juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Donald Trump untuk Suriah. Namun begitu, pertemuan ini digelar di kantor Kemhan Turki, di ibu kota mereka sendiri. Banyak yang mempertanyakan kenapa justru tuan rumah yang terlihat "tersingkir" dari posisi sentral.
Foto itu, meski diam-diam, bicara banyak. Ia menangkap sebuah narasi tentang kekuasaan dan persepsi yang, bagi banyak orang Turki, terasa menyakitkan. Di sisi lain, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kedubes AS mengenai polemik susunan kursi ini. Mereka mungkin tak menyangka, bahwa sebuah pose duduk bisa berbicara lebih lantang daripada diplomasi itu sendiri.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Mahalnya Tiket Domestik: Bisa Picu Isolasi, Bukan Pemerataan
Prabowo Ingatkan Ancaman Intelijen Asing di Balik Gejolak Global
Belasan Desa di Pasuruan Masih Terendam, Ribuan Keluarga Terdampak
Banjir Belum Surut, Belasan Desa di Pasuruan Masih Terendam