Kim Jong Un Murka, Pejabat Dicopot Langsung di Tempat

- Selasa, 20 Januari 2026 | 21:25 WIB
Kim Jong Un Murka, Pejabat Dicopot Langsung di Tempat

Kim Jong Un benar-benar meledak. Saat inspeksi mendadak di sebuah kompleks pabrik, pemimpin Korea Utara itu tak bisa menahan amarahnya. Hasilnya? Seorang pejabat tinggi langsung dicopot di tempat, jabatannya melayang begitu saja.

Kemarahannya dipicu oleh kondisi pabrik mesin industri yang dinilainya stagnan, tak menunjukkan kemajuan berarti. Menurut laporan media pemerintah setempat, KCNA, Kim menilai para pejabat yang bertanggung jawab justru bersikap kasar dan abai terhadap tugas.

"Karena para pejabat pengarah ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan," ujar Kim.

Dia menyebut para pejabat itu sudah terlalu lama berkubang dalam sikap pesimis dan pasif. Tanpa basa-basi, Wakil Perdana Menteri Kabinet, Yang Sung Ho, langsung dipecat saat itu juga.

Bagi Kim, Yang Sung Ho sama sekali tak layak diberi kepercayaan. Kritiknya bahkan terdengar begitu sinis dan gamblang.

"Sederhananya, itu seperti memasangkan gerobak pada kambing, kesalahan yang tidak disengaja dalam proses penunjukan kader kita," jelasnya.

"Lagipula, yang menarik gerobak adalah lembu, bukan kambing," lanjut Kim, menyempurnakan analoginya yang pedas itu.

Tak berhenti di situ, dia juga mengancam pejabat lain yang dianggap tidak kompeten. Kim memperingatkan bahwa para pembuat kebijakan ekonomi saat ini dinilainya hampir tak mampu mengarahkan upaya penyesuaian industri nasional, apalagi mendongkrak level teknologi negara.

Insiden keras ini terjadi di tengah persiapan Pyongyang menyambut kongres pertama partai penguasa dalam kurun lima tahun. Para pengamat memperkirakan acara besar itu akan digelar dalam hitungan minggu ke depan. Sebuah timing yang tentu saja menarik untuk diamati.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar