Sebelum klarifikasi ini, keluarga memang dibuat penasaran. Bagaimana tidak, smartwatch Farhan mencatat 13.647 langkah setelah pesawatnya dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Temuan ini, tentu saja, bikin tanda tanya besar.
Ceritanya berawal Sabtu lalu, hari kejadian. Ponsel Farhan ditemukan tim SAR. Esok harinya, Minggu, pacarnya Dian yang datang ke posko di Desa Tompobulu menerima barang itu.
“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” kata Pitri Keandedes Hasibuan, perwakilan keluarga.
Yang menarik, layar ponselnya masih menyala. Dalam mode pesawat. Dari sanalah terpampang data langkah kaki yang diduga berasal dari smartwatch milik Farhan.
“Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya,” jelas Pitri.
Artikel Terkait
HNW Tegaskan Sikap Palestina adalah Harga Mati Konstitusi Indonesia
Bupati Pati Tersangkut Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Tangkap Tangan
Di Balik Kunjungan Gibran, Polri Jaga Ketertiban dan Bantuan untuk Korban Banjir Bekasi
Angin dan Dilema di Menara Kontrol: Mengapa Pesawat Tak Dialihkan ke Laut?