Kabar soal langkah kaki yang terekam di smartwatch kopilot Farhan Gunawan sempat bikin heboh. Tapi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i langsung meluruskan. Menurutnya, data itu bukan rekaman baru pasca pesawat ATR 42-500 jatuh. Itu data lama, dari beberapa bulan silam.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” jelas Syafi'i di Senayan, Selasa kemarin.
“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya usai rapat dengan Komisi V DPR.
Syafi'i bilang, keluarga Farhan sudah dapat penjelasan lengkap. Dia paham betul harapan yang sempat menggebu di hati mereka karena informasi langkah kaki itu. “Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” tuturnya.
Lalu dia menambahkan, “Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik.”
Artikel Terkait
HNW Tegaskan Sikap Palestina adalah Harga Mati Konstitusi Indonesia
Bupati Pati Tersangkut Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Tangkap Tangan
Di Balik Kunjungan Gibran, Polri Jaga Ketertiban dan Bantuan untuk Korban Banjir Bekasi
Angin dan Dilema di Menara Kontrol: Mengapa Pesawat Tak Dialihkan ke Laut?