Lantas, apa alasan Carney awalnya tertarik? Tampaknya, ini soal strategi.
Sumber pemerintah itu menambahkan, Carney berpandangan penting untuk punya kursi di meja perundingan. Dengan begitu, Kanada bisa mencoba membentuk proses dari dalam, alih-alih hanya jadi penonton di luar.
Di sisi lain, laporan Bloomberg Minggu lalu menyoroti detail lain yang tak kalah penting. Menurut draf tersebut, Donald Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua perdana dewan. Dan wewenang untuk mengundang anggota sepenuhnya ada di tangannya. Ini tentu saja memberi warna yang sangat berbeda pada seluruh gagasan dewan perdamaian ini.
Jadi, meski pintu dialog masih terbuka, Kanada jelas memasang kalkulasi yang ketat. Mereka mau terlibat, tapi tidak dengan harga berapa pun.
Artikel Terkait
Gempa M5,7 Guncang Lebong, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
500 Anak Yatim dan Dhuafa Malang Raya Buka Puasa Bersama Alumni UWG dan LPS
Tapin Gelar Kampanye Cegah Pernikahan Anak untuk Tekan Angka Stunting