MURIANETWORK.COM – Pemerintah punya skema baru untuk korban bencana di tiga provinsi Sumatera. Intinya, mereka yang enggan pindah ke hunian sementara atau huntara yang masih terus dibangun akan mendapat bantuan tunai sebagai alternatif. Pengumuman ini disampaikan langsung dari Aceh.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan hal itu dalam konferensi virtual Jumat lalu (19/12/2025).
"Ada pertimbangan lain dari pimpinan daerah. Bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau keluarga, kami akan berikan dana tunggu hunian," ujarnya.
Jadi, ada dua pilihan yang disediakan. Opsi pertama, pindah ke huntara yang sudah berdiri dan siap dihuni. Namun begitu, kalau ada yang lebih nyaman mengungsi di tempat saudara, mereka tak akan ditinggalkan. Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik buat warga terdampak, baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.
Menurut Abdul, huntara sebenarnya sudah tersedia. Tapi kenyataan di lapangan, banyak pengungsi yang memilih untuk menumpang di rumah sanak famili. Nah, untuk mereka inilah bantuan tunai akan dialirkan.
Bantuan itu disebut sebagai dana tunggu hunian. Besaran dan waktu penyalurannya sudah diatur.
"Jadi buat yang tidak menggunakan huntara, nantinya akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu," tambah Abdul Muhari.
Di sisi lain, data pengungsian terbaru menunjukkan sedikit penurunan. Hingga hari ini, jumlah pengungsi tercatat 526.868 orang. Angka ini lebih rendah dibanding hari sebelumnya yang mencapai 537.185 orang.
Artikel Terkait
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa
Korban Curanmor Diteriaki Begal saat Minta Tolong, Pelaku Mengaku Polisi
Freiburg vs Braga: Duel Sengit Perebutan Tiket Final Europa League di Europa-Park Stadion