Niat Kanada untuk ambil bagian dalam 'Dewan Perdamaian' Gaza yang digagas Donald Trump ternyata ada batasnya. Pemerintah di Ottawa dengan tegas menyatakan mereka takkan mengeluarkan uang sepeser pun untuk membeli kursi keanggotaan. Pernyataan ini disampaikan seorang sumber pemerintah pada Senin lalu, tak lama setelah PM Mark Carney terlihat berminat menerima undangan bergabung.
"Kanada tidak akan membayar untuk kursi di dewan tersebut," tegas sumber itu, seperti dikutip AFP. "Dan hal itu juga belum diminta dari Kanada saat ini."
Jadi, bagaimana ceritanya? Awalnya, dewan ini digaungkan untuk mengawasi rekonstruksi Gaza yang porak-poranda. Tapi belakangan, situasinya berubah. Draf piagam terbaru yang diusung pemerintahan Trump rupanya tak membatasi peran dewan hanya untuk Gaza. Cakupannya bisa lebih luas.
Yang bikin banyak pihak mengernyitkan dahi adalah syarat keanggotaannya. Menurut draf itu, negara yang ingin duduk di dewan diwakili oleh kepala negara atau pemerintah harus membayar. Tarifnya? Lebih dari satu miliar dolar AS, dibayar tunai di tahun pertama. Masa jabatannya minimal tiga tahun.
Namun begitu, sumber tadi mengingatkan bahwa semua ini belum final. "Piagam yang diusulkan itu masih merupakan dokumen yang sedang dibahas," jelasnya. "Banyak syarat dan ketentuan masih sedang dikerjakan."
Artikel Terkait
Gempa M5,7 Guncang Lebong, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
500 Anak Yatim dan Dhuafa Malang Raya Buka Puasa Bersama Alumni UWG dan LPS
Tapin Gelar Kampanye Cegah Pernikahan Anak untuk Tekan Angka Stunting