"Pada awalnya, kami mengira itu akibat kesalahan. Tetapi ternyata dia menggunakan ujung gagang dengan cara yang bermanfaat, dia memakainya untuk menggaruk bagian tubuh yang kulitnya lembut dan sensitif, seperti ambing, lipatan pusar, dan perutnya," paparnya.
Untuk area sensitif itu, gerakannya pun berubah lebih hati-hati, seperti menusuk perlahan.
Mengapa Baru Sekarang Terungkap?
Menurut para peneliti, jawabannya sederhana: kita mungkin meremehkan mereka.
"Veronika bukan termasuk spesies eksotis yang biasanya kami cari untuk penelitian penggunaan alat," beber Auersperg. Sapi adalah hewan ternak yang sudah didomestikasi ribuan tahun. "Mereka ada di mana-mana di sekitar kita. Kita hanya berasumsi mereka bodoh karena mereka adalah hewan ternak."
Tapi Auersperg dan Osuna-Mascaro tak menganggap Veronika sebagai jenius tunggal.
"Kami tidak percaya bahwa Veronika adalah Einstein versi sapi," tegas Auersperg.
Yang lebih mungkin, kondisi hidupnyalah kuncinya. Veronika dipelihara sebagai anggota keluarga, bukan untuk produksi. Dia punya banyak waktu, kebebasan, dan stimulasi. Pemiliknya bercerita butuh tahunan bagi Veronika untuk menyempurnakan teknik menggaruknya. Kebanyakan sapi, sayangnya, tidak diberi umur panjang seperti itu.
"Kami sama sekali tidak memiliki bukti bahwa sapi adalah hewan bodoh," lanjut Auersperg. "Bahwa kemampuan ini tidak teramati mungkin berkaitan dengan cara kita memelihara hewan-hewan ini."
Mungkin, jika diberi kesempatan, lebih banyak sapi yang akan menunjukkan kepintaran tersembunyi mereka. Cerita Veronika bukan cuma tentang seekor sapi yang bisa pakai sikat. Ini tentang bagaimana cara pandang kita yang mungkin perlu diubah.
Artikel ini diadaptasi dari sumber berbahasa Inggris.
Artikel Terkait
Sindikat Senjata Rakitan di Sumedang Belajar Modifikasi dari YouTube
Jenazah Pramugari ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Terjal Bulusaraung
Yerusalem Bergejolak: Markas UNRWA Dihancurkan, Israel Sebut Hari Bersejarah
Basarnas Tegaskan Tak Ada Korban Selamat, Tapi Harapan Mukjizat Tetap Menyala