Kemensos Kirim Bantuan Darurat ke Karawang yang Terendam Banjir

- Selasa, 20 Januari 2026 | 12:40 WIB
Kemensos Kirim Bantuan Darurat ke Karawang yang Terendam Banjir

Hujan yang mengguyur tanpa henti sejak akhir pekan lalu akhirnya memaksa Sungai Cibeet dan Citarum meluap. Akibatnya, ratusan rumah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir. Menanggapi keadaan darurat ini, Kementerian Sosial pun bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk warga yang terdampak.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bantuan dikirim lewat gudang milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Tujuannya jelas: memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang rumahnya kebanjiran.

"Kemensos memastikan bantuan tersalurkan kepada korban banjir di Karawang. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan agar penanganan berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran,"

Demikian penjelasan Gus Ipul dalam rilis tertulisnya, Selasa (20/1/2026).

Bantuan yang dikirim cukup beragam. Ada 500 paket makanan siap santap, ditambah 100 paket khusus untuk anak-anak dan 200 paket lauk pauk. Untuk tempat berteduh, Kemensos menyiapkan satu unit tenda serbaguna, lima tenda keluarga, serta puluhan lembar tenda gulung. Mereka juga mengirimkan kasur, selimut, dan paket perlengkapan untuk keluarga serta anak-anak, masing-masing seratus paket.

Di sisi lain, upaya penanganan tak cuma soal barang. Tim di lapangan juga langsung melakukan asesmen dan kaji cepat untuk memetakan kebutuhan warga dengan lebih rinci. Yang menarik, untuk urusan perut, Dinas Sosial Karawang sudah mendirikan dapur umum sejak Senin (19/1) lalu. Lokasinya di Markas Tagana setempat. Dapur ini cukup sibuk, memproduksi sekitar 1.100 porsi makanan setiap kali waktu makan tiba.

Data sementara yang berhasil dihimpun menunjukkan skala bencana ini lumayan besar. Sekitar 854 kepala keluarga atau setara dengan 2.562 jiwa terkena dampaknya. Dari jumlah itu, 470 jiwa memilih mengungsi ke Desa Karangligar. Selebihnya, banyak yang mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang aman dari genangan.

Sayangnya, musibah ini juga memakan korban jiwa. Adi Suwardi (28), warga Dusun Pangasinan, meninggal dunia. Pria penyandang disabilitas mental itu menjadi korban banjir yang melanda daerahnya. Kini, proses asesmen untuk pemberian santunan duka kepada keluarganya sedang digarap petugas.

Banjir sendiri mulai merayap masuk ke permukiman warga pada Minggu (18/1) pagi, sekitar pukul tujuh. Pemicunya adalah curah hujan tinggi ditambah pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Air kemudian menggenangi Kecamatan Telukjambe Barat dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 20 cm hingga yang paling parah mencapai satu setengah meter.

Kondisi terakhir? Memang ada titik terang. Hingga pagi tadi, beberapa wilayah mulai menyusut genangannya. Namun begitu, situasi di Desa Karangligar masih memprihatinkan. Air tetap menggenang setinggi 150 cm. Dan karena intensitas hujan di Karawang masih dikategorikan sedang hingga tinggi, waspada tetap jadi kata kunci.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar