Di ruang kerjanya yang terang, Jimly Asshiddiqie, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, membeberkan dua bentuk hasil kerja timnya. Yang pertama adalah rumusan kebijakan. Tapi tak cuma itu, ada juga aspek operasional yang lebih langsung menyentuh lapangan.
Nah, untuk urusan operasional ini, komisi yang ia pimpin punya kewenangan cukup tegas. Mereka bisa langsung meminta Polri untuk mengusut kasus-kasus yang dianggap mendesak.
"Kalau kasusnya masuk akal dan jelas manfaatnya, kita akan rekomendasikan langsung ke Kapolri," ujar Jimly.
Ia menjelaskan lebih lanjut, "Kabar baiknya, Kapolri sendiri juga anggota komisi kita. Jadi, rekomendasi itu bisa langsung dikerjain, tanpa harus lewat birokrasi berbelit."
Pernyataan itu disampaikannya kepada para wartawan usai beraudiensi dengan sejumlah tokoh agama dan perwakilan LBH. Pertemuan itu digelar di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/11/2025).
Harapannya jelas. Dengan dorongan semacam ini, Polri diharapkan bisa lebih lincah dan tanggap dalam melayani warga. Bukan sekadar menunggu perintah.
"Intinya, polisi ke depan harus lebih mengayomi, melindungi, dan tentu saja, melayani masyarakat," tegasnya.
Komisi Reformasi Polri sendiri masih terhitung baru. Mereka baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada awal November lalu. Menurut Jimly, bulan pertama ini akan lebih banyak diisi dengan mendengar.
"Membuka diri selama bulan pertama ini sudah tepat. Nyatanya, banyak sekali pihak yang punya kepedulian dan mau menyampaikan masukan," katanya.
Antusiasme masyarakat pun ternyata tinggi.
"Tapi ya, kita selesaikan dulu tahap ini. Sekitar lebih dari 100 kelompok sudah mengirimkan surat untuk bertemu," tandas mantan Ketua MK itu.
Hari itu saja, jadwal mereka cukup padat. Paginya, mereka menerima masukan dari lembaga toleransi agama. Siangnya, giliran lembaga bantuan hukum yang datang. Kedua pertemuan tersebut, sayangnya, digelar secara tertutup dari publik.
Artikel Terkait
Waspada Angin Kencang hingga 35 km/jam, BMKG Imbau Masyarakat Sulsel Bagian Selatan Tingkatkan Kewaspadaan
Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina Picu Evakuasi Massal Pasien RS Siloam Manado
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Senin, Waspada Angin Kencang
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka