“Mereka akan mendukung berbagai aktivitas NORAD yang telah lama direncanakan, berdasarkan kerja sama pertahanan yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Kanada, serta Kerajaan Denmark,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Kegiatan ini, disebutkan, sudah dikoordinasikan dengan pemerintah Denmark. Pihak Greenland pun telah mendapat pemberitahuan. Nantinya, pesawat komando itu akan beroperasi bersama armada udara lainnya yang berasal dari pangkalan di daratan AS dan Kanada.
Intinya, NORAD menegaskan bahwa ini rutinitas. Pernyataan mereka menambahkan, organisasi ini "secara rutin melakukan operasi berkelanjutan dan tersebar untuk membela Amerika Utara." Sebuah penegasan bahwa kedatangan pesawat komando itu bukan hal mendadak, meski situasi politik di sekitarnya sedang tidak biasa.
Artikel Terkait
Bappisus: Status Siaga 1 TNI Hanya Prosedur Rutin Jelang Lebaran
Warga Lempar Oli ke Toko Diduga Jual Tramadol, Polisi Selidiki
Reksa Dana Syariah Sucorinvest Tembus Rp16,96 Triliun, Diduga Dukung Tren Alokasi THR
Kepala Bappisus Pastikan Stok dan Harga BBM Aman, Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Gejolak Global