Polisi awalnya mendapat laporan tentang sekelompok remaja yang melintas dengan sepeda motor. Begitu mendapat informasi, petugas langsung bergerak ke lokasi. Yang mereka temukan bukan sekadar kerumunan, melainkan sudah seperti medan perang dadakan.
"Ternyata terjadi aksi perang kembang api di Jalan Raya Jonggol-Cariu tepatnya di Desa Sirnagalih. Selanjutnya aparat Polsek Jonggol dibantu warga berhasil membubarkan anak-anak remaja tersebut," jelas Hida.
Setelah kerumunan bubar, satu korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Di sekitar lokasi, polisi juga berhasil mengamankan seorang pelajar yang diduga terlibat. Dari pengakuannya, terkuaklah akar masalahnya.
"Dari keterangannya, diketahui bahwa awal mula terjadi tawuran berasal dari obrolan pada grup WhatsApp yang beranggotakan siswa SMP dari beberapa sekolah di wilayah Gunung Putri dan Cileungsi yang akan melakukan tawuran dengaan siswa SMP dari daerah Cibarusah," bebernya.
Rencana itu pun dieksekusi. Para pelajar bergerak dari Cileungsi menuju Cibarusah. Pertemuan di lokasi langsung berubah jadi kericuhan. Awalnya saling serang dengan petasan, yang kemudian eskalasi menjadi kekerasan fisik.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus digelar untuk mengungkap tuntas peristiwa memilukan ini. "Saat ini peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan lanjut aparat Polsek Jonggol," pungkas Kapolsek Hida Tjahjono menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Polres Bogor Wakafkan 2.000 Al-Quran di Acara Nuzulul Quran
Intelijen AS: Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Iran untuk Targetkan Aset Militer AS
Balinale Perkuat Peran Jembatan Sineas Indonesia di Festival Film Dunia
Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris di Konflik dengan Iran