Lantas, apa sebenarnya yang dikhawatirkan SBY?
Lewat akun X-nya @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026), mantan presiden keenam RI itu mengungkapkan kegelisahannya. Dinamika geopolitik global beberapa bulan terakhir, dalam pandangannya, makin mengkhawatirkan.
“Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir,” tulis SBY.
“Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi.”
Kekhawatiran terbesarnya? Dunia bisa menuju prahara besar, yaitu Perang Dunia III.
Menurut dia, kemungkinan itu sangat nyata. Pola yang terlihat belakangan ini mirip dengan situasi sebelum dua perang dunia sebelumnya pecah. SBY menyebut beberapa tanda yang mengingatkan pada masa itu: munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, persekutuan negara yang saling berhadapan, hingga pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran.
“Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi,” lanjutnya.
Meski cemas, SBY masih punya secercah keyakinan. Perang mengerikan itu, katanya, masih bisa dicegah. Hanya saja, hari demi hari, ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit. Itulah yang membuatnya angkat bicara.
Artikel Terkait
Ian Huntley, Pembunuh Dua Anak di Soham, Tewas Diserang di Penjara
Persita Tangerang Hajar Madura United 4-1 di Lanjutan Liga Super
Presiden UEA Tegaskan Negara Bukan Target Mudah di Tengah Eskalasi Konflik
BPBD DKI Naikkan Status Pintu Air Pasar Ikan ke Siaga 2 Usai Hujan Deras