Duka kembali menyelimuti Afrika Selatan. Sebuah minibus yang penuh dengan siswa berangkat ke sekolah dilaporkan bertabrakan dengan sebuah truk di wilayah selatan Johannesburg. Kecelakaan maut ini merenggut nyawa 13 pelajar.
Korban tewas awalnya berjumlah 12, namun kemudian bertambah. Menurut pernyataan resmi dari departemen pendidikan provinsi, seorang anak yang terluka akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Tak hanya itu, beberapa siswa lain juga dikabarkan mengalami cedera serius.
Insiden tragis ini, sayangnya, bukanlah yang pertama. Di sisi lain, ini hanyalah episode terbaru dari rentetan kecelakaan lalu lintas yang terus terjadi di negara tersebut. Jalanan di sana seringkali jadi ajang balap liar pengemudi yang ugal-ugalan, ditambah lagi dengan kondisi kendaraan yang banyak yang sudah uzur dan kurang layak.
Lokasi kejadiannya dekat Vanderbijlpark, kota industri yang terletak sekitar 60 kilometer arah selatan Johannesburg. Dari keterangan awal polisi, pengemudi minibus diduga kehilangan kendali atas kendaraannya saat sedang berusaha menyalip mobil lain.
Meski usia korban belum diumumkan secara resmi, Menteri Pendidikan Provinsi Matome Chiloane memberi sedikit gambaran. Ia menyebut para korban berasal dari jenjang sekolah dasar, yang biasanya menampung anak usia enam tahun ke atas, hingga siswa-siswa sekolah menengah atas.
Suasana pilu langsung terasa di lokasi. Beredar sejumlah gambar di media sosial yang memperlihatkan minibus yang hancur berantakan teronggok di tepi jalan. Di balik pita polisi, segerombolan orang tua tampak berkumpul dengan wajah penuh kesedihan. Beberapa dari mereka bahkan menangis tersedu-sedu saat diberikan kesempatan untuk melihat jenazah anak-anak mereka.
"Ini pemandangan yang mengerikan,"
ucap Perdana Menteri Gauteng, Panyaza Lesufi, menggambarkan kepiluan yang ia saksikan.
Presiden Cyril Ramaphosa pun turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk lebih keras menegakkan aturan lalu lintas. Tak hanya itu, ia juga berjanji akan melakukan upaya serius guna memastikan kualitas transportasi sekolah, semua demi melindungi para pelajar yang ia sebut sebagai 'aset paling berharga bangsa'.
Artikel Terkait
Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2027
Imigrasi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Bukan Milik Jemaah Haji Aktif, Melainkan Dokumen Bekas
Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan Pemalsuan Riset Empat WNI di Forum Internasional
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Pembinaan Pelaku Pesta Gay di Barak Militer