Presiden Prabowo Langsung Perintahkan Evakuasi Usai Dengar Laporan Jatuhnya Pesawat ATR

- Senin, 19 Januari 2026 | 22:55 WIB
Presiden Prabowo Langsung Perintahkan Evakuasi Usai Dengar Laporan Jatuhnya Pesawat ATR

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka mendalam atas musibah pesawat ATR 42-500 yang jatuh di sekitar Gunung Bulusaraung, Pangkep. Peristiwa pilu itu terjadi Sabtu lalu. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto pertama kali mendengar kabar tersebut di tengah-tengah memimpin rapat terbatas.

Prasetyo yang biasa disapa Pras menuturkan hal itu kepada awak media di Kompleks Istana, Jakarta, hari Senin (19/1/2026).

"Berkenaan dengan musibah pesawat ATR di hari Sabtu itu, Bapak Presiden sedang memimpin ratas. Beliau pun langsung mendapatkan laporan," ujarnya.

Reaksi Prabowo, kata Pras, spontan dan tegas. Begitu mendengar beritanya, Presiden langsung memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat. Pencarian harus segera dilakukan. Dan begitu titik jatuh pesawat berhasil ditemukan, proses evakuasi harus dipercepat tanpa menunggu waktu lama.

"Pada saat itu, beliau langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk sesegera mungkin melakukan pencarian. Bilamana telah ditemukan titik koordinat di mana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk secepatnya dilakukan evakuasi," jelas Pras.

Di sisi lain, Pras mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat. Mereka bergerak cepat, tak kenal lelah. Atas nama pemerintah, ia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Proses pencarian sendiri ternyata terbantu oleh laporan warga setempat. Beberapa saksi mata mendengar ledakan dan langsung melaporkannya.

"Ini juga terbantu oleh adanya informasi dari masyarakat yang melihat dan mendengar ada ledakan. Sekali lagi, kami turut berduka cita dan kita terus memonitor untuk semua proses dilakukan secepat-cepatnya," tambahnya.

Hingga saat ini, proses evakuasi di lokasi kejadian masih terus berlangsung. Kondisi medan yang berat di kawasan pegunungan tentu menjadi tantangan tersendiri. Dari hasil pencarian sementara, tim telah menemukan dua korban, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sayangnya, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar