Lebih jauh, Syarif curiga ada pola yang berulang. Serangan hukum dan opini terhadap PPP, katanya, mengindikasikan adanya ‘sutradara’ tertentu yang memainkan peran. Bukan sekadar inisiatif mandiri para penggugat.
“Kami memandang perlu untuk menyampaikan kepada publik bahwa persoalan ini tidak berdiri sendiri,” ujarnya. “Ada indikasi kuat adanya pihak-pihak tertentu yang secara sistematis memainkan skenario konflik untuk melemahkan PPP dari dalam. Oleh karena itu, kami sebagai kuasa hukum tidak akan berhenti pada perkara ini saja.”
Tim hukumnya berencana menelusuri lebih dalam. Mereka ingin mengidentifikasi siapa saja yang diduga menjadi penggerak di balik polemik yang terus menerpa partai itu, baik lewat jalur pengadilan maupun cara-cara lain.
Di akhir pernyataannya, Syarif menegaskan kembali legitimasi partainya. “PPP adalah partai yang sah secara hukum dan konstitusi. Upaya-upaya yang tidak jujur, tidak siap secara hukum, dan sarat kepentingan tertentu tidak boleh dibiarkan merusak tatanan organisasi dan demokrasi internal partai,” pungkasnya. Pesannya jelas: persoalan ini belum benar-benar selesai.
Artikel Terkait
Persik Kediri Bangkit dari Ketertinggalan, Kalahkan PSBS Biak 2-1
Prabowo Bahas Geopolitik dan Ekonomi dengan 158 Tokoh Islam di Buka Puasa Istana
Prabowo Bahas Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama di Istana
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code Palsu, Satu Pelaku Ditangkap