“(Untuk daerah dengan harga beras tinggi) cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” tuturnya.
Menurut Tomsi, semua daerah harus bisa belajar dari pengalaman menangani inflasi selama ini. Forum-forum koordinasi, katanya, adalah ruang untuk mencari solusi terbaik. Intinya, daerah diminta untuk terus bekerja, tak boleh lelah mengendalikan angka inflasi.
“Untuk teman-teman daerah, kami minta yang tinggi-tinggi ataupun yang rendah bisa saja menjadi tinggi kalau lengah,” tegas Tomsi.
“Itu kembali lagi, cek lagi, komunikasikan lagi, kontrol lagi ke pasar. Jangan kontrolnya mungkin seminggu sekali, dua minggu sekali, enggak bisa,” pungkasnya.
Rapat hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat lain. Di antaranya Plt. Sestama BPS Pudji Ismartini, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra, dan Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran. Beberapa pejabat terkait lainnya turut hadir mendengarkan arahan tersebut.
Artikel Terkait
Nadiem Sindir Kesaksian Saksi Kasus Chromebook: Sangat Lucu, Seperti Copy Paste
Ledakan Kabul Guncang Hotel, Tewaskan 7 dan Lukai Belasan Warga
Polisi Gencar Sebar Tangan Elektronik ETLE Mobile ke Seluruh Indonesia
Peringatan Kemenhut: 2027 Jadi Tahun Kritis Karhutla