Ia lalu membeberkan perbandingannya. Rupanya, di APBD Murni 2025 lalu, anggaran untuk perbaikan jalan desa cuma Rp 80 miliar. Lalu, lewat APBD Perubahan, angka itu naik jadi sekitar Rp 150 miliar.
Arlan juga memastikan, besar kemungkinan anggaran ini bakal ditambah lagi nanti saat APBD Perubahan 2026. Komitmen Gubernur, dalam pandangannya, sangat kuat dan diharapkan bisa memicu semangat kabupaten serta kota.
Program Bang Andra ini sejatinya adalah kerja bareng. Provinsi berkoordinasi, sementara kabupaten, kota, dan desa yang punya kewenangan penuh atas jalan desa bekerja sesuai kapasitas dan masalah di wilayah masing-masing. Kolaborasi semacam ini dinilai penting, mengingat seringkali ada keterbatasan anggaran di level daerah.
Artikel Terkait
Cromboloni dan Senja Jakarta: Kisah Cinta yang Tak Selalu Manis
Polres Pelalawan Gelar Fun Run, Kampanye Lingkungan Hijau Lewat Langkah Kaki
Pertengkaran Soal Nafkah Anak Berujung Maut di Bojongsoang
Lembah Anai Berdenyut Kembali: Perbaikan Jalan Nasional Dikebut Jelang Lebaran