Mengungkap Komposisi Peledak di Insiden SMAN 72 Kelapa Gading
Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi susunan dan bahan peledak yang digunakan dalam insiden di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyimpulkan bahwa potassium chloride adalah bahan utama explosive yang dipakai pelaku.
Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, memaparkan dalam jumpa pers bahwa alat deteksi rigaku yang digunakan di TKP berhasil mendeteksi kandungan potassium chloride. Bahan kimia inilah yang menjadi inti dari perangkat peledak yang berhasil diamankan.
Selain potassium chloride, tim penyidik juga menemukan serpihan plastik dan berbagai jenis paku di lokasi kejadian. Plastik diduga berfungsi sebagai casing atau pembungkus struktur peledak, sementara paku dimaksudkan untuk meningkatkan dampak kerusakan dan korban jiwa akibat ledakan.
Jenis paku yang ditemukan adalah paku baja dan paku seng yang memiliki bentuk seperti payung. Serpihan paku-paku ini ditemukan berserakan di dalam area masjid sekolah, yang menjadi lokasi utama insiden.
Untuk sumber tenaga, peledak ini mengandalkan empat buah baterai ukuran A4 yang dihubungkan dengan sebuah electric mass sebagai inisiator. Alat pemicu ledakan menggunakan sistem switching dengan receiver yang seharusnya dikendalikan dari jarak jauh via remote control.
Namun, satu hal yang menarik perhatian penyidik adalah ketiadaan remote control di dalam masjid. Hal ini mengindikasikan kemungkinan remote tersebut masih berada di luar lokasi atau dibawa oleh pihak lain. Casing atau wadah peledak sendiri terbuat dari jerigen plastik berkapasitas 1 liter, dengan paku yang berfungsi sebagai shrapnel untuk memperluas jangkauan ledakan.
Artikel Terkait
Tembok Pembatas SMPN 182 Jakarta Roboh, Pemilik Rumah Bertanggung Jawab Perbaiki
Sidang Isbat Kemenag 17 Februari Tetapkan Awal Ramadan 1447 H
Tiga Tewas Termasuk Balita dalam Kecelakaan Truk Kontainer vs Sedan di Karawang
Tembok Pembatas Roboh di Area SMPN 182 Jakarta, Tak Ada Korban Jiwa