Aditya Hanafi akhirnya harus menanggung konsekuensi terberat atas perbuatannya. Majelis hakim Pengadilan Negeri Soasio, Senin (19/1/2026), memutuskan untuk menjebloskannya ke penjara seumur hidup. Vonis ini dijatuhkan setelah Hanafi dinyatakan terbukti membunuh dengan rencana dan melakukan kejahatan seksual terhadap rekan kerjanya, KLP alias Tiwi, seorang pegawai BPS di Halmahera Timur.
Putusan itu sekaligus mengabulkan tuntutan jaksa penuntut umum. Hakim menyatakan Hanafi bersalah secara sah dan meyakinkan. Tidak hanya soal pembunuhan berencana, dia juga divonis karena perbuatan seksual melawan hukum, menyebarkan konten judi online, dan mengambil data pribadi korban untuk kepentingannya sendiri.
Begitulah bunyi putusan PN Soasio yang dibacakan di persidangan.
Artikel Terkait
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri
Polisi Selidiki Pencurian Uang Takziah oleh Wanita Berpura-pura Melayat di Kramat Jati
DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Lokal
Mantan Pejabat Kemendikbud Klaim Tak Tahu Aturan Proyek Laptop di Sidang Korupsi