Dia melanjutkan, "Tapi dari informasi awal, korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan."
Lokasi penemuannya sendiri sangat sulit. Korban ditemukan di area tebing yang curam dan terjal. Tepatnya, di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Bayangkan saja medannya, pasti sangat berat bagi tim evakuasi.
Sebelumnya, pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu hilang kontak di kawasan Bulusaraung, di perbatasan Maros dan Pangkep. Kejadiannya Sabtu (17/1) siang, ketika pesawat sedang dalam perjalanan menuju Bandara Hasanuddin.
Pesawat itu mengangkut sepuluh orang. Tujuh di antaranya adalah kru pesawat, sementara tiga penumpang lainnya diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebelum korban perempuan ini, tim SAR telah lebih dulu menemukan satu jenazah pada hari Minggu. Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan tanpa henti.
Artikel Terkait
Putin Dapat Tawaran Istimewa: Duduk di Dewan Perdamaian Gaza Gagasan Trump
Pin Prioritas LRT Jabodebek: Solusi Mudah Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus
Trump Kembali Ngotot: Dunia Tak Aman Tanpa Greenland di Bawah Kendali AS
Kamar Hotel Lenteng Agung Jadi Pabrik Narkoba Senilai Rp 2 Miliar