“Kakaknyalah yang menghubungi, memberitahu bahwa Olen ada di pesawat tersebut.”
Menurut Suly, video call Jumat itu bukan hal aneh. Olen memang rajin menghubungi orang tuanya, apalagi sejak ibunya baru saja pulih dari perawatan di rumah sakit. Setiap ada waktu luang, ia selalu menyapa.
“Terakhir dia video call, ya, cuma mau lihat kondisi mamanya. Lalu bilang kalau akan berangkat dinas dari Jogja ke Makassar,” kenang Suly.
Rutinitas yang tampak biasa itu kini berubah jadi kenangan. Sebuah percakapan penuh doa yang berakhir dengan keheningan di puncak gunung.
Artikel Terkait
Kekayaan Energi Nusantara di Tengah Perang Perebutan Sumber Daya Global
Tim SAR Kejar Golden Time Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Medan Terjal Pangkep
Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban Ditargetkan Sampai ke DPR Pekan Ini
137 Ton Sampah Berhasil Dipindahkan dari Muara Baru dalam Tiga Hari