Operasi modifikasi cuaca di Jakarta belum berhenti. BPBD DKI memutuskan untuk memperpanjangnya, dan rencananya bakal terus berjalan hingga tanggal 22 Januari 2026 mendatang. Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi dan rekomendasi dari pihak terkait.
Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Yohan. Ia menjawab pertanyaan para wartawan soal kelanjutan operasi itu pada Senin (19/1/2026).
"Lanjut sampai dengan tanggal 22 Januari," ujarnya singkat.
Menariknya, Yohan bukan cuma memberi perintah dari belakang meja. Ia turun langsung ke lapangan, ikut serta dalam operasi menebar garam dan kapur dari udara menggunakan pesawat. Hari itu saja, menurut penuturannya, sudah ada tiga kali penerbangan yang dilakukan.
"(Ada) tiga (penerbangan hari ini)," jelas Yohan.
Lalu, apa alasan di balik perpanjangan ini? Ternyata, semua berawal dari rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mereka melihat adanya potensi cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi.
"Rekomendasi BMKG terkait cuaca ekstrim," sambung Yohan menerangkan. Jadi, upaya menabur garam ini adalah bentuk pencegahan, sebuah langkah untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin datang dari langit.
Artikel Terkait
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia
IDF Selidiki Prajurit yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Selatan
DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Ini Poin-Poin Utamanya
Bamsoet Desak Reformasi dan Penguatan Kewenangan Kompolnas