Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep

- Minggu, 18 Januari 2026 | 21:50 WIB
Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep

Ferry Irawan dikenal sebagai tetangga yang baik hati. Ia seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan namanya kini tercatat sebagai salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kabar itu tentu saja membuat warga di Perumahan Mina Bhakti, Bogor Selatan, tempatnya tinggal, merasa terpukul.

Menurut Ketua RT setempat, Ari Fakhrizal, Ferry adalah sosok yang aktif di kegiatan masyarakat. Meski kesibukannya belakangan meningkat, ia tetap seorang yang perhatian. Beberapa hari sebelum kejadian, Ferry bahkan sempat menghubungi Ari.

"Paling kemarin-kemarin itu ada komunikasi terkait putranya," kenang Ari saat ditemui pada Minggu (18/1/2026).

"Anaknya kan kadang sering main keluar rumah. Ya, beliau nitip seperti itu. Soalnya kami ketemunya nggak intens, jadi dia titip kami untuk jaga-jaga kalau anaknya sedang main di luar. Mungkin khawatir bergaul dengan lingkungan yang kurang baik," ujarnya menerangkan.

Ari berharap ada kejelasan secepatnya mengenai nasib Ferry. Harapan yang sama tentu dirasakan seluruh keluarga dan tetangga.

"Pak Ferry orangnya baik. Kami sangat berharap, mudah-mudahan beliau dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun. Kami terus berdoa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," imbuh Ari, suaranya terdengar haru.

Kesan serupa datang dari warga lain, Feri. Mereka kerap bekerja sama, terutama saat mengurus hewan kurban di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kalau menurut saya pribadi, karena sering satu tim dengan beliau, dia itu orangnya lugas," kata Feri kepada wartawan.

"Dia nggak mau ada kesalahan, tanggung jawabnya diemban betul. Lebih paham soal urusan kurban dibanding saya," tambahnya.

Feri mengaku mendapat kabar musibah itu dari grup WhatsApp. Sampai saat ini, ia dan warga lain masih menunggu kepastian yang lebih jelas. "Kita masih mantau, mudah-mudahan segera ada kejelasan," ucapnya.

Di sisi lain, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan duka citanya. Dalam konferensi pers Sabtu (17/1/2026), Trenggono mengonfirmasi ada tiga pegawai kementeriannya di dalam pesawat yang naas tersebut.

"Perlu disampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat itu," kata Trenggono.

Mereka tengah melaksanakan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan lewat udara, atau "air surveillance", di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Selain Ferry Irawan yang berpangkat Penata Muda Tingkat I sebagai Analis Kapal Pengawas, dua rekannya adalah Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara) dan Yoga Naufal (Operator Foto Udara).

Trenggono pun menyatakan keprihatinan yang mendalam. "Kami terus terang sedih dan prihatin. Kami berdoa untuk yang terbaik bagi para penumpang dan kru pesawat," ujarnya.

Kini, semua pihak hanya bisa menunggu dan berharap. Sementara doa-doa mengalir untuk Ferry dan semua korban, pencarian dan investigasi terus dilakukan di lokasi kejadian.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar