Suasana di sebuah rumah berwarna putih di Kelurahan Cikaret, Bogor Selatan, tampak lengang Minggu sore itu. Gerbangnya digembok. Rumah itu adalah kediaman Ferry Irawan, salah satu dari tiga pegawai KKP yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaurung, Pangkep.
Ketua RT setempat, Ari Fakhrizal, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia mendapat telepon dari seorang warga yang juga rekan kerja Ferry di Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar pukul lima sore.
"Betul, itu warga kami," kata Ari, ditemui di kediamannya.
Ferry, menurutnya, tinggal sehari-hari di rumah itu bersama istri dan kedua anaknya. "Anaknya dua, satu SMP dan satu lagi masih SD," ujarnya.
Namun begitu, saat ini sang istri dan anak-anak telah berkumpul di rumah orang tua Ferry di Bekasi. Mereka, seperti keluarga korban lainnya, hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut sambil berharap-harap cemas.
Artikel Terkait
Iran Bantah Target Azerbaijan, Klaim Serangan Drone untuk Pangkalan AS-Israel
Iran Klaim Serang Dua Pangkalan AS di Kuwait dengan Drone, Pihak AS dan Kuwait Belum Beri Tanggapan
Polisi Tangkap Ayah Tiri di Mojokerto Diduga Cabuli Anak sejak Kelas 3 SD
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Ormas Islam dan Pesantren di Istana