Suasana di sebuah rumah berwarna putih di Kelurahan Cikaret, Bogor Selatan, tampak lengang Minggu sore itu. Gerbangnya digembok. Rumah itu adalah kediaman Ferry Irawan, salah satu dari tiga pegawai KKP yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaurung, Pangkep.
Ketua RT setempat, Ari Fakhrizal, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia mendapat telepon dari seorang warga yang juga rekan kerja Ferry di Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar pukul lima sore.
"Betul, itu warga kami," kata Ari, ditemui di kediamannya.
Ferry, menurutnya, tinggal sehari-hari di rumah itu bersama istri dan kedua anaknya. "Anaknya dua, satu SMP dan satu lagi masih SD," ujarnya.
Namun begitu, saat ini sang istri dan anak-anak telah berkumpul di rumah orang tua Ferry di Bekasi. Mereka, seperti keluarga korban lainnya, hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut sambil berharap-harap cemas.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga
Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi Partai, Usung Anies Baswedan
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung