"Tadi saya lihat sendiri di belakang, banyak bangunan yang kurang terawat. Kita harap ini bisa direvitalisasi agar Keraton Kasunanan Surakarta bisa menjadi objek wisata budaya, sejarah, kuliner, hingga wisata religi. Potensinya sangat besar, ini akan baik untuk keluarga besar keraton, untuk masyarakat Solo, dan kita semua," ujar dia.
Di sisi lain, Fadli Zon berusaha meluruskan soal komunikasi dengan PB XIV Purbaya. Pihak kementerian, klaimnya, selalu berupaya menjalin dialog. Bahkan untuk acara penyerahan SK itu pun, undangan telah dikirimkan. Namun sayangnya, mereka memilih untuk tidak hadir.
"Mereka selalu kita undang. Tapi waktu diundang, mereka tidak datang. Jadi sebenarnya kita ingin kooperatif, itu yang kita harapkan. Pak Dirjen selalu mengundang mereka, termasuk acara tadi pun diundang," ucapnya, mencoba menjelaskan situasi yang dianggapnya kurang harmonis itu.
Jadi, begitulah adanya. Pemerintah merasa langkahnya sudah tepat, sementara satu pihak di internal keraton masih keberatan. Yang jelas, perhatian kini tertuju pada nasib bangunan-bangunan bersejarah itu. Akankah upaya revitalisasi bisa berjalan mulus? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung
Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep
Genangan 50 Cm Masih Menghantui Sejumlah Jalan di Jakarta Utara
Hujan Semalam, 48 RT di Jakarta Terendam Banjir