Merespons penolakan yang dilontarkan pihak Paku Buwono XIV Purbaya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya angkat bicara. Intinya, penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo itu, menurutnya, semata-mata untuk kebaikan. Tujuannya jelas: menjaga kelestarian warisan sejarah yang ada.
Fadli Zon menyampaikan hal itu usai menyerahkan Surat Keputusan resmi kepada KGPA Tedjowulan di Sasana Handrawina, Keraton Solo, Minggu lalu.
"Dari kacamata pemerintah, langkah ini penting untuk penjagaan cagar budaya," tegasnya.
Sebelum acara, menteri itu sempat berkeliling. Dan apa yang dilihatnya cukup memprihatinkan. Banyak bangunan di area keraton tampak kurang terawat, bahkan nyaris terbengkalai. Menurut Fadli, kondisi itu membuat revitalisasi jadi sesuatu yang tak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung
Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep
Genangan 50 Cm Masih Menghantui Sejumlah Jalan di Jakarta Utara
Hujan Semalam, 48 RT di Jakarta Terendam Banjir