Merespons penolakan yang dilontarkan pihak Paku Buwono XIV Purbaya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya angkat bicara. Intinya, penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo itu, menurutnya, semata-mata untuk kebaikan. Tujuannya jelas: menjaga kelestarian warisan sejarah yang ada.
Fadli Zon menyampaikan hal itu usai menyerahkan Surat Keputusan resmi kepada KGPA Tedjowulan di Sasana Handrawina, Keraton Solo, Minggu lalu.
"Dari kacamata pemerintah, langkah ini penting untuk penjagaan cagar budaya," tegasnya.
Sebelum acara, menteri itu sempat berkeliling. Dan apa yang dilihatnya cukup memprihatinkan. Banyak bangunan di area keraton tampak kurang terawat, bahkan nyaris terbengkalai. Menurut Fadli, kondisi itu membuat revitalisasi jadi sesuatu yang tak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Kim Jong Un Klaim Kemajuan Nuklir Angkatan Laut Usai Uji Coba Rudal Jelajah
Nuzulul Quran 2026 Diperkirakan Jatuh pada 5-6 Maret
Uang Takziah Raib di Rumah Duka, Pelaku Perempuan Beraksi Saat Keluarga Berduka
Artis Tetap Berangkat Umrah Meski Ketegangan Politik Timur Tengah Meningkat