Menurutnya, air di dalam rumahnya sudah setinggi lutut orang dewasa. Tapi di jalan? Bisa sampai leher! Aktivitas warga di wilayah itu praktis lumpuh total, terhenti oleh dinginnya air banjir yang terus merangkak naik.
Nasib serupa dialami Masduki yang sudah berusia 65 tahun. Padahal, dia sudah berusaha mengantisipasi dengan meninggikan lantai rumahnya sekitar 80 sentimeter. Tapi rupanya itu tak cukup.
"Kemarin tidak mengungsi. Saya masih di rumah. Semalam hujan deras, terus air sedikit sedikit naik dan masuk ke rumah. Air di dalam rumah sekitar 1 meter lebih," keluhnya.
Jadi, meski sudah berusaha bertahan, tekanan alam ternyata lebih kuat. Banjir di Tirto ini menunjukkan betapa rentannya kawasan itu, dan bagaimana warga harus berjuang menghadapi air yang tak hanya menggenangi jalan, tapi sudah merangsek masuk ke dalam ruang hidup mereka.
Artikel Terkait
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI
AS Peringatkan Warga Sipil, Iran Serang Kapal Dagang di Selat Hormuz yang Ditutup Total
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz